Perusahaan Games Terbaik Dunia Tahun 2015

Fellas, sudah kurang lebih 3 dekade ini video games terus berkembang. Berbagai perusahaan games pun bermunculan dan meraksasa. Lebih lagi di era sekarang telah ada smartphone yang menjadi trend, perusahaan game pun mesti terus mengikuti zaman dan meningkatkan inovasi demi eksistensi usahanya. Alhasil, industri game pun jadi semakin berkembang pesat. Demikian juga dengan berbagai perusahaannya yang bertambah dan bersaing menjaring penggemar. Penasaran dong perusahaan apa saja yang menjadi terbaik di dunia pada tahun 2015 ini? Yuk kita simak! image 

http://data1.whicdn.com/images/58247018/tumblr_mf4tz1QQlw1qg82f1o1_500_large.gif


10. GungHo Entertainment 

Perusahaan entertainment raksasa ini bermarkas di Jepang. Terbentuknya pada tahun 1988 dan perlahan berkembang jadi yang terkemuka di dunia. GungHo memiliki cabang lain seperti Gravity, GungHo Mode, GungHo Works, Game Arts, Broccoli, Acquire dan Grasshopper Manufacture. Perusahaan ini memiliki sokongan dana yang besar, sebab ia menjadi anak perusahaan dari SoftBank.
Tentu saja perusahaan ini sudah menciptakan banyak sekali games, termasuk yang popular itu “Puzzles & Dragons”. Game tersebut terbilang sederhana, namun begitu menarik dan jadi hit di dunia. Semua pencapaiannya tak lepas dari peranan para staf. Padahal mereka hanya memiliki 300 karyawan, namun rata-rata memang jadi pakar dalam bidang gaming.

Games-nya sendiri tak hanya dalam platform konsol, seperti dalam PlayStation, melainkan tersedia juga dalam smartphone. Kemudahan itu tentu saja membuat perusahaan ini memiliki peluang untuk terus berkembang. Pendapatan mereka tercatat sebesar 1,447 milyar dollar atau sekitar 19,53 trilyun rupiah. Sementara angka pertumbuhan tiap tahunnya sebesar -7%.

9. Nexon 

Kantor pusat dari Nexon Co., Ltd., ini ada di Tokyo, Jepang. Selain mengembangkan, mereka juga menerbitkan games gratis untuk dimanikan dalam PC atau secara online dalam ponsel. Kim Jung ju dan Jake adalah dua founder dari perusahaan ini. Mereka mendirikannya pada Bulan Desember tahun 1994 di Seoul, Korea Selatan, namun kemudian perusahaan mereka terdaftar di Tokyo Stock Exchange. Dua tahun kemudian, perusahaan mereka melakukan debut bertajuk “Nexus: The Kingdom of the Winds”.

Perlahan namun pasti, Nexus mengalami perkembangan. Mereka berhasil mendirikan berbagai kantor utama di berbagai negara. Termasuk Nexon Amerika, Nexon Korea dan Nexon Eropa. Tak hanya itu, mereka juga memiliki 17 cabang. Ada Nexon M, Nexon Communication, Nexon Networks, Neon Studio, dsb. Mereka terkenal sebagai pionir dari industri multiplayer online gaming. Pada tahun 1995, Nexon mengenalkan kita dengan MMORGP grafis perdana, the Kingdom of thw Winds. Selain menawarkan versi gratis, mereka juga memiliki versi berbayar berupa item virtual, misalnya penyesuaian avatar atau binatang peliharaan.

Sukses dengan Kingdom of Winds di tahun 1996, karya lain bermunculan. Sebut saja Dark Ages: Online Role-Playing, Elemental Saga, QuizQuiz, Elancia dan Shattered Galaxy. Salah-satu yang paling sukses yaitu MapleStory, yang dirilis di Korea. Atau, kita juga bisa memasukkan games popular lainnya, seperti Dungeon&Fighter. Penghasilan mereka mencapai 1,446 milyar dollar atau setara dengan 19,52 trilyun rupiah, dengan pertumbuhan perusahaan -2.

8. Ubisoft

5 Guillemot bersaudara membangun Ubisoft Entertainment atau Ubisoft ini pada tahun 1986. Awalnya perusahaan asal Prancis ini dibuat untuk menjadi distributor game EA, Microprose dan Sierra On-Line. Sampai kemudian Ubisoft memperluas distribusinya ke Inggris, Jerman dan Amerika Serikat. Tak ayal di tahun 1993, perusahaan ini jadi distributor game terbesar di Prancis. Di awal tahun 90-an juga, mereka mulai mengembangkan online games seperti Everquest.

Ubisoft kini menjadi developer multinational sekaligus penerbit video game yang berbasis Montreuil, Prancis. Tempat tersebut juga jadi lokasi di mana mereka membuka usaha pengembang game. Perusahaan ini memiliki 30 studiodi 6 benua. Yang terbesar itu di Kanada, dengan karyawan sebesar kurang-lebih 2100 orang. Sudah lebih dari 500 juta game yang terjual. Tak hanya game, Ubisoft juga memiliki divisi perfilman bernama Ubisoft Motion Pictures. Perusahaan itu khusus membuat film berdasarkan dari games mereka sendiri. Pengembang game perempuan mereka yang bernama Frag Dolls jadi salah-satu yang sangat popular dari Ubisoft.

Strategi lain dari perusahaan ini yaitu dengan mengakuisisi. Pada bulan Maret 2001, Ubisoft memeroleh divisi entertainment The Learning Company, lengkap dengan hak properti intelektualnya, meliputi Prince of Persia dan seri Myst. Lanjut pada bulan Juli 2006, Ubisoft juga membeli franchise Driver dari Atari. Pada bulan November tahun 2008, mereka juga membeli Massive Entertainment dari Activision dan pada bulan Januari 2013, mereka juga memboyong Stick of Truth Korea Selatan dari THQ.

Beberapa games mereka yang terkenal yaitu Far Cry, Assassin’s Creed, Tom Clancy, Rayman dan Prince of Persia. Belakangan mereka juga memiliki hak untuk franchise-nya Might and Magic. Adapun pendapatan mereka mencapai 1,806 milyar dollar atau sekitar 24,38 trilyun rupiah. Pertumbuhan pertahunnya mencapai 33%.

7. Nintendo
Ini dia perusahaan game paling tua, namun juga masih tetap eksis. Di industri ini, Nintendo sudah beroperasi selama 125 tahun (dari tahun 1889). Hiroshi Yamauchi tercatat sebagai pendiri dari perusahaan yang bermarkas di Kyoto, Jepang ini. Semenjak berdiri, perusahaan ini langsung berkembang pesat menjadi yang terbaik. Bahkan Nintendo jadi sinonim dari video games dalam waktu lama. Beberapa karya mereka yang paling melegenda yaitu Mario, Pokemon dan The Legend of Zelda.

Pada tahun 1983, Nintendo Entertainment System lahir dan menjadi console game pedana. Kelahiran mereka tentu disambut baik dan langsung popular. Lalu pada tahun 1990, hadir juga Super Nintendo United. Mereka juga menciptakan ikon produknya, Super Mario Bros. Ada juga Link, Metroid, Smash Brothers Wii Fit dsb.

Sebagai perusahaan senior, mestinya Nintendo semakin maju. Namun track record-nya dalam membuat console game kurang disukai. Karena itu, namanya tidak berada di deretan atas. Adapun penghasilan mereka yaitu sebesar 2,092 milyar dollar atau 28,24 trilyun rupiah, dengan angka pertumbuhan sebesar -13%.

6. King Digital Entertainment

King.com bertransformasi menjadi King Digital Entertainment. Mereka mengembangkan games untuk web dan beberapa platform smartphone, seperti Windows phone, Android dan iOS. Perusahaan yang dikembangkan pada tahun 2003 ini juga merajai Facebook.

Tampil sebagai pendiri dan CEO yaitu Riccardo Zacconi. Sementara rekannya, Melvyn Morris, menjadi pemimpin perusahaan. KDE bermarkas di Kota Dublin, Republik Irlandia. Perusahaan yang sudah berhasil melalui masa bangkrut itu kini memiliki kantor di Malta, San Fransisco, Seoul, Shanghai dan Tokyo.

Salah-satu yang khas dari penawaran mereka yaitu synchronized play, sehingga pemain bisa menggunakan tablet atau smartphone sambil log in ke akun facebook juga. Pengguna bahkan bisa mengganti platform yang diinginkan. Semua itu dinikmati secara gratis. Total ada lebih dari 185 games yang tersebar di lebih dari 200 negara dan wilayahnya. Di quartal pertama tahun ini saja, penggunanya mencapai 364 juta. Adapun studio game mereka tersebar di Bucharest, London, Barcelona, Berlin, Seattle, Stockholm, Malmo dan Singapura. Penghasilannya mencapai 2,26 milyar dollar atau sekitar 30,5 trilyun rupiah, dengan pertumbuhan per tahunnya sebesar 20%.

5. Activision Blizzard 

Yang satu ini bermarkas di Santa Monica, California, Amerika Serikat. Activision Blizzard, Inc. sendiri memegang berbagai perusahaan seperti Activision, Blizzard Entertainment dan Sierra Entertainment. Perusahaan ini sebenarnya terbentuk pada tahun 2007, atas hasil merger atau penyatuan antara Activision dan Vivendi Games. Vivendi tampil sebagai pemegang saham yang lebih besar, yakni 52%. Sebagai pemimpin perusahaan, ada Brian Kelly dan presiden sekaligus CEO-nya yaitu Robert Kotick.

Activision Blizzard jadi salah-satu perusahaan yang mempopularkan LAN gaming, sehingga pemain bisa bermain dengan partner tanpa mesti online. Beberapa games mereka yang terkenal dan adiktif yaitu Call of Duty, Starcraft, Diablo dan Warcraft. Penghasilan mereka mencapai 4,409 milyar dollar atau sekitar 59,52 trilyun rupiah. Pertumbuhan pertahunnya sebesar -4%.

4. Electronic Arts

Electronic Arts, Inc. aka EA Games adalah perusahaan yang mengembangkan, menerbitkan, memasarkan sekaligus mendistribusikan video games. Kantor pusat mereka ada di Redwood City, Celifornia, Amerika Serikat. Trip Hawkins membentuk perusahaan ini pada 28 Mei 1982. Mereka terkenal dalam pembuatan video games yang bertemakan olahraga seperti NFS, Medal of Honor, Command, dsb.

Pada awalnya, perusahaan ini hanya khusus menerbitkan games untuk komputer saja. Namun di akhir tahun 80-an, EA mengembangkan diri. Di awal tahun 90-am, mereka mulai mendukung console game. Strategi pertumbuhan mereka juga termasuk dengan mengakuisisi beberapa pengembang games yang sukses. Misalnya Pogo.com pada tahun 2001, London PopCap Games pada Juli 2011, Origin di tahun yang sama, dsb. EA juga memiliki dan mengoperasikan beberapa studio games besar seperti EA Canada di Burnaby, DICE di Swedia, EA Tiburon di Orlando dan BioWare di Edmonton.

Perusahaan jadi pencipta untuk beberapa games yang paling popular dan laris di dunia. Sebut saja FIFA, Madden Football, Road Rash, NHL 95, Wing Commander dan SimCity. Begitupun dengan beberapa games baru seperti Mass Effect yang ada dalam platform PlayStation dan Xbox. Kolaborasi mereka dengan Lucas Arts bahkan menghasilkan karya yang menakjubkan, yakni berupa Star Wars: Knight of the Old Republic. Tak ayal kalau pendapatan mereka mencpaai 4,453 milyar dollar atau 60,11 trilyun rupiah, dengan angka pertumbuhan tiap tahunnya 22%.

3. Microsoft Studios

Nama perusahaan ini dibentuk pada tahun 2002.  Sebelum tahun itu, mereka dikenal sebagai Microsoft Game Division and Microsoft Games. Selain menerbitkan, perusahaan ini juga mengembangkan games. Baik itu untuk platform Xbox 360, Xbox, Xbox One, Games for Windows, Window Store, Steam serta Windows Phone.

Divisi dari Microsoft dikepalai oleh Phil Spencer. Salah-satu yang paling terkenal dan difavoritkan dari perusahaan ini adalah seri Halo. Pasca 24 jam rilis, Halo 3 bahkan terjual lebih dari 170 juta kopi. Games lain yang tak kalah mengesankan dari perusahaan ini yaitu Fable, Gears of War, Solitaires, Call of Duty dan Age of Empires. Pendapatan mereka mencapai 5,023 milyar dollar atau sekitar 67,81 trilyun rupiah. Adapun pertumbuhan pertahunnya sebesar 3%.

2. SONY Computer Entertainment 

Kantor pusatnya ada di Minato, Tokyo, Jepang. Bagian dari Consumer Products & Services Group of Sony ini dibentuk pada 16 November 1993. Merekalah yang memiliki PlayStation, gaming console paling popular di dunia. Sony Computer Entertainment juga ada dibalik penjualan software dan hardware untuk PlayStation line-nya.

Perusahaan ini juga mengembangkan dan menerbitkan video gamesnya sendiri, bahkan meraih kesuksesan pemasaran di Amerika Utara, Asia dan Eropa. Basis karyawan mereka yang terbesar ada di Amerika Serikat, yakni sekitar 8000 pegawai di 50 negara bagian berbeda.

Beberapa games terkemuka yang sudah mereka pasarkan meliputi God of War dan Gran Turismo. Enam sekuel God of War sudah tersedia dalam berbagai platform, tentu masih di bawah banner Sony. Begitupun franchise Gran Turismo, yang memulai di tahun 1997, sudah meraih kesuksesan penjualan. Penghasilan mereka menyentuh angka 6,04 milyar dollar atau setara dengan 81,54 trilyun rupiah. Pertumbuhan per tahunnya sebesar 27%.

1. Tencent

Ini dia perusahaan games yang merajai list ini. Tencent Holdings Limited berpusat di Nanshan, Shenzhen, Tiongkok. Pemimpin dan CEO terbaru mereka adalah Huateng. Empat pelayanan utama mereka yaitu portal web, media sosial, e-commerce dan multiplayer online games. Di Tiongkok sendiri, mereka memiliki layanan pesan singkat Tencent QQ serta portal web terbesar QQ.com. Adapun ekspansi mereka untuk smartphone meliputi chat ponsel serta WeChat.

Perusahaan ini memegang saham di berbagai perusahaan lain seperti Activion Blizzard, Riot Games dan Epic Games. Tercatat, pengguna smartphone mereka meningkat sebesar 23%, yakni sebanyak 603 juta tiap bulannya. Jika ditotal dengan pengguna Weixin dan WeChat, kenaikannya mencapai 39% atau sebanyak 549 juta. Tak heran kalau pendapatan mereka dari smartphone saja melesat sampai 82% dari tahun lalu, yaitu jadi sebesar 700 juta dollar atau sebesar 9,45 trilyun rupiah. Baru-baru ini Tencent menjalin kerja-sama dengan NBA. Mereka memberikan akses video streaming permainan basket khusus untuk pengguna dari Tiongkok.

Beberapa games online multiplayer yang popular dari mereka yaitu Xunxian ,QQ Fantasy, Dungeon & Fighter, QQ Three Kingdoms, QQ Dancer, War of Zombie dsb. Kalau dalam versi smartphone-nya meliputi permainan menembak dan kuis. Sebut saja I Am MT2, Infinity Blade Saga, Naruto dan Carrot Fantasy 3. Pertumbuhan pertahun mereka sebesar 37%, dengan pendapatan begitu besar mencapai 7,2 milyar dollar atau 97,2 trilyun rupiah.



imageimageimage



Well, itulah perusahaan games terbaik di dunia tahun 2015 ini. Btw sudah akhir tahun nih Fellas, kira-kira perusahaan mana ya yang akan menjadi terbaik di tahun 2016 nanti? image 



















Unknown

Hi there! You just read Perusahaan Games Terbaik Dunia Tahun 2015. Thank you for stopping by, hope you enjoy & find this article useful+helpful. Cheers! ☺♥

No comments:

Post a Comment

Ada komentar? Silakan tulis dengan sopan ya.. Terimakasih ☺

Powered by Blogger.